Rabu, 11 Februari 2015

Menjadi Wanita Paling Mulia

Menjadi wanita paling mulia adalah dambaan setiap kaum hawa. Segala daya dan upaya untuk menggapainya pasti akan ditempuh dengan penuh kesungguhan. Allah telah memberikan isyarat bahwa yang paling mulia diantara hamba-hambaNya adalah yang paling bertakwa kepada-Nya.
Namun, jalan menuju Takwa tidaklah mudah. Banyak upaya jalan mesti dilalui untuk menggapainya. Diantaranya dengan berteman dan bergaul dengan Wanita-wanita Shalihah. Bergaul dengan mereka akan dapat membuahkan keshalihan, ketakwaan, serta meningkatkan kedekatan kepada Allah `Azza Wa Jalla. Oleh karena itulah, Allah Ta’ala menyuruh manusia untuk berteman dengan teman yang jujur dan bertakwa, dan bermajelis dengan mereka. Allah berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” (QS. At-Taubah: 119).
Dalam ayat yang lain Allah Ta’ala berfirman,
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ
“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya.” (QS. Al-Kahfi : 28).
Tidak lupa, Nabi shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah menasehati kita tentang pentingnya memilih teman duduk yang baik dan bergaul dengannya. Dan menasehati kita untuk menjauhi teman duduk yang jelek dan bergaul dengan mereka. Di antara sabda-sabda beliau shallallahu ‘Alaih wa Sallam adalah,
الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
“Baik buruknya seseorang tergantung temannya, maka lihatlah dengan siapa dia berteman.” (HR. Ahmad)
Dalam hadits yang lain beliau bersabda,
مَثَلُ الجليس الصالح وجليس السوء؛ كحامل المسك ونافخ الكِير،
فحامل المسك: إما أن يُحْذِيَك، وإما أن تبتاع منه، وإما أن تجد منه ريحاً طيبة،
ونافح الكِير: إما أن يحرق ثيابك، وإما أن تجد منه ريحاً خبيثة
“Perumpamaan teman duduk yang baik dan teman duduk yang jelek adalah; ibarat penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Berteman dengan penjual minyak wangi kamu akan membelinya atau mencium bau wanginya. Sedangkan bergaul dengan pandai besi, mungkin bajumu akan terbakar, atau minimal engkau akan mendapat bau tidak sedap.” (Muttafaqun `Alaihi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar